dermayouth.org – Terapi cahaya atau light therapy kini semakin populer sebagai metode untuk meningkatkan kesehatan mental, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan suasana hati musiman (Seasonal Affective Disorder/SAD) atau stres akibat pekerjaan. Terapi ini memanfaatkan cahaya buatan yang menyerupai sinar matahari untuk menstimulasi produksi hormon melatonin dan serotonin, yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur dan suasana hati.
Sesi terapi biasanya dilakukan di pagi hari dengan paparan cahaya sekitar 10.000 lux selama 20–30 menit. Penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya ini dapat mengurangi gejala depresi ringan hingga sedang, meningkatkan energi, dan membantu memperbaiki kualitas tidur. Bagi pekerja kantoran atau mereka yang tinggal di daerah dengan sinar matahari terbatas, terapi cahaya menjadi solusi praktis untuk menjaga kesehatan mental tanpa obat-obatan.
Selain untuk SAD, terapi cahaya juga bermanfaat bagi mereka yang mengalami gangguan tidur atau jet lag. Paparan cahaya yang teratur membantu mengatur ritme sirkadian, sehingga tubuh lebih mudah menyesuaikan pola tidur dan bangun. Banyak klinik kesehatan mental dan pusat kebugaran kini menawarkan fasilitas terapi cahaya sebagai bagian dari program kesejahteraan.
Namun, penting untuk menggunakan terapi cahaya dengan panduan profesional. Paparan berlebihan atau penggunaan yang salah bisa menyebabkan sakit kepala, mata lelah, atau iritasi mata. Orang dengan kondisi mata tertentu, seperti glaukoma atau masalah retina, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memulai terapi.
Secara keseluruhan, terapi cahaya merupakan metode aman dan efektif untuk mendukung kesehatan mental, terutama di era modern di mana stres dan kurangnya paparan sinar matahari menjadi tantangan bagi banyak orang. Mengintegrasikan terapi ini dalam rutinitas harian dapat membantu meningkatkan mood, energi, dan kualitas hidup secara keseluruhan.